Ini Alasan Iuran BPJS Kesehatan Harus Naik

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengonfirmasi bahwa pemerintah sedang membahas rencana kenaikan iuran peserta BPJS Kesehatan untuk golongan penerima bantuan iuran (PBI). Tidak hanya itu, pemerintah juga berencana menaikkan jumlah PBI dari jumlah saat sekarang yang tercatat 96,52 juta jiwa.

“BPJS kesehatan kita akan review berdasarkan audit dari BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) namun kita sudah mulai mempertimbangkan untuk menaikkan iuran yang dibayarkan melalui PBI dari yang sekarang ini Rp 23 ribu menjadi lebih tinggi lagi,” ujar Sri Mulyani.

“Tapi belum ditetapkan namun sudah ada ancang-ancang untuk menaikkan, juga jumlah penerimanya dinaikkan menjadi di atas 100 juta orang,” lanjutnya kepada wartawan saat ditemui di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/4) lalu, seperti dilansir CNBCIndonesia.

Sebelumnya, rencana kenaikan iuran dan jumlah peserta BPJS Kesehatan untuk golongan PBI diungkapkan Menteri Kesehatan Nila Moeloek. Hal itu disampaikan Nila selepas mengikuti rapat kabinet terkait anggaran dan pagu indikatif tahun 2020 di Istana Kepresidenan.

Menurut dia, usulan itu berasal dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Usulan itu juga menjadi salah satu cara untuk menekan masalah defisit keuangan yang masih membayangi BPJS Kesehatan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mendukung penuh rencana kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang sedang dikaji oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Menurut JK, hal ini merupakan satu-satunya solusi agar keuangan BPJS tidak terus-menerus mengalami defisit. Terlebih, layanan yang diberikan BPJS Kesehatan terus meningkat sehingga tidak mungkin besaran iuran tidak ikut mengikuti/disesuaikan.

Ke depannya, JK juga berharap iuran BPJS Kesehatan dapat disesuaikan secara berkala dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Sekadar gambaran, pada tahun lalu, defisit keuangan BPJS Kesehatan mencapai Rp 10,98 triliun. Jumlah itu diprediksi bakal meningkat menjadi Rp 16,5 triliun pada tahun ini, menurut paparan Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris, beberapa waktu lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close