Dinas PMPD Minta Inspektorat Investigasi Bolano Barat

Fit Dewana

PARIMO – Selain berhutang, Desa Bolano Barat, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) diduga telah selewengkan Dana Desa (DD). Kadis PMD Parimo, Fit Dewana menyatakan segera meminta Inspektorat lakukan investigasi terhadap desa dikepalai Misran itu.

Desa Bolano Barat, disebut masih memiliki hutang yang tidak mampu lagi terbayarkan. Lebih miris lagi, bendahara desa tersebut menyatakan telah kehabisan uang.

Salah satu penyedia bahan bangunan dan material bagi kegiatan fisik Desa Bolano Barat menyatakan belum menerima pembayaran, walau pekerjaan plat deucker berbiaya DD di desa tersebut telah selesai dilaksanakan.

“Bendahara Desa Bolano Barat menyatakan sudah tidak memegang uang DD. Ini sangat membingungkan. Padahal kita sudah memasok semua bahan dan material ke desa itu. Pekerjaan juga telah kelar”, kata penyedia bahan dan material, Sabtu, (28/9).

Menurut pemasok bahan dan material itu, dirinya belum menerima sisa pembayaran sebesar Rp45 juta, dari total anggaran kegiatan Rp150 Juta. Selain dirinya, upah Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) pada kelola DD Bolano Barat juga belum dibayarkan.

Berdasar penelusuran, pihak Desa Bolano Barat juga disebut telah memutar-balikkan alokasi dan kegiatan didanai DD 2019.

Desa Bolano Barat dinyatakan belum melakukan kegiatan-kegiatan yang seharusnya dilakukan pada pencairan DD tahap II. Namun, entah karena alasan apa, desa tersebut justru telah terlebih dahulu melaksanakan kegiatan dilakukan di tahap III.

“Pekerjaan plat deucker itu kan seharusnya merupakan item kegiatan di tahap III, namun dikerjakan di tahap II alokasi DD. Sedangkan item kegiatan seperti pengadaan ternak dan pembuatan jalan desa yang seharusnya dilakukan saat ini (tahap II), malah belum laksanakan”, kata beberapa warga, secara tertutup, kepada koranindigo.

Selain hutang terkait pelaksanaan kegiatan berbiaya DD, desa tersebut juga didera hutang kepada pihak lainnya terkait pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan, dilaksanakan di Desa Bolano Barat.

Hutang belum dibayarkan Bolano Barat itu terkait penyewaan paket Sound system, tenda, kursi dan lighting senilai Rp27 juta.

Kepala Desa Bolano Barat, Misran (kiri, bertopi) dan salahsatu TPK yang mengaku belum dibayar honornya.

BANYAK HUTANG, KADES BINGUNG

Kepala Desa (Kades) Bolano Barat, Misran, menyatakan tidak mengetahui secara pasti dimana gerangan keberadaan uang-uang DD yang mengucur ke desa yang ia pimpin itu.

Misran, selain mengaku baru menjabat sebagai Kades, ia juga menyatakan mulai terlibat kelola kegiatan saat tahap II DD Bolano Barat 2019.

“Saya terlibat pengelolaan DD Bolano Barat itu nanti tahap II. Sebab, saya baru menjabat”, katanya.

Selain itu, Misran juga mengatakan telah mempercayakan urusan anggaran DD Bolano Barat dengan total senilai Rp1,4 miliar kepada Sekretaris Desa (Sekdes) dan bendahara desanya.

“Soal penggunaan anggaran, seluruhnya saya percayakan dan serahkan kepada Sekdes dan bendahara, terkait urusan dengan pihak-pihak terlibat kegiatan DD. Sebab mereka sudah lebih dulu paham,” jelasnya.

Terkait hutang yang tidak terbayarkan, Misran menyatakan akan melakukan koordinasi kembali dengan anak buahnya, yaitu Sekdes dan bendahara.

Sedangkan soal hutang terkait gelar MTQ, Misran sama sekali tidak menyangkalinya. Misran menyebut, hutang itu dikarenakan pihak Pemerintah Kecamatan Bolano hanya memberikan uang sebesar Rp30 juta kepada dirinya dalam pelaksanaan MTQ digelar di desanya.

 

 

Sehingga dirinya harus berhutang, agar pelaksanaan kegiatan MTQ tetap terlaksana.

“Itu untuk kegiatan MTQ Kecamatan yang digelar di Bolano Barat. Pihak kecamatan memberikan dana Rp30 juta untuk pelaksanaan MTQ. Hutang sebesar Rp27 juta itu untuk peminjaman kursi, tenda, sound system dan lighting,” terangnya.

Misran juga menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih bingung dan belum mendapatkan solusi untuk membayar hutang terkait pelaksanaan MTQ tersebut.

 

KADIS PMPD MINTA INSPEKTORAT LAKUKAN INVESTIGASI

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (PMPD) Parimo, Fit Dewana, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan tindakan khusus terhadap Desa Bolano Barat, berkaitan kelola dana desanya.

Fit juga menegaskan akan meminta pihak inspektorat untuk segera melakukan investigasi terhadap Desa Bolano Barat.

“Segera kami akan lakukan langkah-langkah pembinaan terhadap Bolano Barat. Jika memang ada indikasi penyelewengan, maka kami akan minta Inspektorat untuk segera turun dan lakukan investigasi di Bolano Barat”, tegasnya. (Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close