Indikasi Korupsi, Motor ‘Bodong’ Berasal Dari ‘Jalur Gelap’?

Datangnya dicicil. Sedikit demi sedikit. Dipasang sticker, di rumah beralamat Bantaya. Datangnya per empat buah, tiga buah. Boks-nya tidak bisa dipasang, dudukannya tidak pas. Harusnya di cat, bukan di sticker pula”

PARIMO – Rahmat Lakoro, PNS aktif Kantor Bappeda Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) akhirnya buka mulut. Selain secara lugas menyebut dirinya serahkan setoran fee 15 persen ke bekas Kepala DP3AP2KB I Wayan Sulastro, Rahmat juga membeber bahwa 16 motor terindikasi praktik korupsi itu berasal dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kuat dugaan, motor-motor dibeli melalui ‘jalur gelap’.

“Setahu saya, motor-motor itu berasal dari Makassar. Setelah motor ada, saya bantu bawa ke tempat pasang sticker”, kata Rahmat Lakoro, via telpon, Senin,(21/10).

Menurur Rahmat, dirinya kurang mengetahui dari dealer motor mana, keberadaan kendaraan-kendaraan untuk tenaga lapangan program Keluarga Berencana (KB) nasional 2017 silam itu.

“Saya tidak begitu tahu, dari main dealer mana, atau toko apa asal motor-motor itu. Pokoknya sepengetahuan saya motor-motor itu dibeli Waris (suami Sari, bos CV Srikandi Jaya Prima) dari Makassar”, bebernya.

Rahmat juga menerangkan, sebenarnya dirinya hanya diminta oleh Kepala DP3AP2KB Parimo saat itu, yaitu Wayan Sulastro untuk membantu kegiatan-kegiatan berbiaya dana DAK BOKB 2017 di DP3AP2KB Parimo.

“Saya dulunya bekerja di DP3AP2KB, sebelum pindah ke Bappeda Parimo. Sebenarnya kerjasama kegiatan pengadaan motor awalanya antara saya dan Waris, bukan Sari”, terangnya.

Berdasar penelusuran, beberapa sumber internal DP3AP2KB Parimo menyebut motor-motor minus STNK itu diadakan sedikit demi sedikit, dari sebuah rumah beralamat Kelurahan Bantaya, Kota Parigi.

Selain sedikit demi sedikit, motor-motor itu juga disinyalir salahi spesifikasi seperti tertera salam petunjuk teknis dan operasional DAK BOKB 2017.

“Datangnya dicicil. Sedikit demi sedikit. Dipasang sticker, di rumah beralamat Bantaya. Datangnya per empat buah, tiga buah. Boks-nya tidak bisa dipasang, dudukannya tidak pas. Harusnya di cat, bukan di sticker pula”, kata sumber.

Sementara itu, Sari bos CV Srikandi Jaya Prima membantah bahwa kendaraan-kendaraan yang ia adakan via ‘jalur gelap’ dan berasal dari Makassar. Menurut Sari, pihaknya membeli di dealer berada di Kota Palu.

“Motor kita beli di dealer Kota Palu. Di sekitar depan Ramayan Palu”, katanya. (gwd)

 

BERITA TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close