Pihak Terkait Pengadaan di DP3AP2KB Segera Dipanggil Jaksa

“Kita sedang melakukan puldata terkait beberapa hal di DP3AP2KB Parimo, termasuk soal pengadaan kendaraan ini”

PARIMO – Terkait Pengadaan puluhan motor terindikasi korupsi pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) disikapi oleh para ‘pasukan’ Adhyaksa. Jaksa sedang lakukan pengumpulan data (puldata) dan dalam waktu dekat akan lakukan pemanggilan.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Parimo, Muhammad Tang. Kepada wartawan, Muhammad Tang mengatakan sebenarnya pihaknya memang telah menyoroti terkait beberapa hal janggal pada DP3AP2KB Parimo, termasuk soal pengadaan-pengadaan kendaraan operasional berbiaya DAK mengucur dari tahun ke tahun ke dinas tersebut.

“Kita sebenarnya telah memantau terkait beberapa hal, khususnnya alokasi DAK fisik dan non fisik di dinas tersebut (DP3AP2KB Parimo). Alokasi cukup besar dari tahun ke tahun, potensi dan kerawanan adanya tindakan mengarah ke dugaan korupsi jelas besar kemungkinan juga terjadi”, kata Muhammad Tang ketika dihubungi Koran indigo, Minggu, (20/10).

Menurut Muhammad Tang, saat ini pihaknya tengah melakukan pengumpulan data (puldata) terkait hal-hal berkenaan dana DAK pada DP3AP2KB Parimo, termasuk pengadaan kendaraan minus STNK yang diduga mengandung praktik sekongkol mengarah pada korupsi.

“Kita sedang melakukan puldata terkait beberapa hal di DP3AP2KB Parimo, termasuk soal pengadaan kendaraan ini”, tegasnya.

Kata Kasipidsus Kejari Parimo Muhammad Tang, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil pihak-pihak terkait untuk permintaan keterangan.

“Kami pastikan dalam waktu waktu dekat ada permintaan keterangan”, pungkasnya.

Sebelumnya, media ini melansir terkait pengadaan kendaraan roda dua diperuntukan bagi tenaga lapangan program nasional KB. Pengadaan 16 motor dengan rincian 13 matic dan 3 trail senilai Rp382 juta lebih berbiaya DAK BOKB fisik 2017 ini dipecah menjadi dua bagian kegiatan pengadaan.

Pemecahan kegiatan itu masing-masing, 10 kendaraan diadakan oleh CV Srikandi Jaya Mandiri (Rp199 juta) dan 6 lebihnya (3 trail) dihandle oleh CV Dhieba Utama bernilai Rp188 juta lebih.
Dua tahun berjalan, motor-motor seharusnya diperuntukkan bagi tenaga lapangan program nasional KB masih ‘bodong’ minus STNK. (gwd, kml)

BERITA TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close