Sekretaris DP3AP2B Bantah Pernyataan Sulastro-Rahmat

Samsur Latandu

PARIMO – Berjalin-jalin lilitan kasus pengadaan puluhan motor berbau sekongkol pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) semakin memanas. Pernyataan Kepala DP3AP2KB I Wayan Sulastro soal semua urusan proyek ia serahkan kepada Sekretaris dinas dan Kasubag Keuangan mendapat bantahan keras. Selain membantah lontaran I Wayan, Sekretaris DP3AP2KB, Samsur Latandu juga menganulir pernyataan Rahmat Lakoro.

Sekretaris DP3AP2KB, Samsur Latandu menyatakan dirinya tidak terkait secara langsung apapun itu mengenai kegiatan berbiaya DAK di DP3AP2KB Parimo.

“Saya sebagai sekretaris DP3AP2KB, hanya sebagai pejabat teknis kegiatan (PPTK) pada bidang sekretariat saja. Adapun pengadaan dengan nilai uang besar berbiaya Dana Alokasi Khusus (DAK), pejabat pengelolanya sudah ada tersendiri. Jadi tidak ada kaitan saya pada hal-hal tersebut”, tegas Samsur Latandu, Senin, (21/10).

Samsur juga membantah pernyataan Rahmat Lakoro soal dirinya pernah diperlihatkan bentuk uang fee proyek atas perintah I Wayan Sulastro.

Sebab, menurutnya, persoalan urusan proyek-proyek atau fee dari alokasi DAK, merupakan urusan antara I Wayan Sulastro dan Rahmat Lakoro.

“Begini, pak Rahmat Lakoro itu banyak Juga bohongnya. Uang fee yang pernah saya lihat dan dikasih Rahmat Lakoro itu dari pengadaan cetak umbul-umbul, banner dan spanduk dipakai untuk biaya hari keluarga nasional di Provinsi Riau. Sedangkan fee-fee apapun itu dari pengadaan kendaraan tidak pernah saya lihat”, katanya.

Samsur Latandu juga mengatakan, sepengetahuan dia, Rahmat Lakoro memang mendapatkan proyek pekerjaan di DP3AP2KB Parimo langsung dari I Wayan Sulastro.
“Dua tahun (2017-2018) dia (Rahmat Lakoro) dapat pekerjaan dari pak I Wayan Sulastro”, katanya.

“Kalau saya pribadi, pengadaan tahun pertama 2017 (track record Rahmat), sebenarnya bisa jadi pengalaman. Tapi, namanya juga Wayan Sulastro adalah Kepala Dinas, pengguna anggaran (semua keputusan ada ditangan Wayan). Saya (selaku sekretaris) hanya sebatas dapat memberi saran-saran saja”, jelas Samsuri lagi.

Samsuri Latandu juga menyarankan agar wartawan menanyakan hal terkait pengadaan-pengadaan pada DP3AP2KB Parimo pada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) I Wayan Sukadana dan pejabat pengadaan lainnya. (gwd)

 

BERITA TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close